Picture
Jangan berharap menerima lebih banyak dari yang diberikan dan jangan pernah bekerja lebih sedikit dari yang dapat dikerjakan. Itulah kunci pembuka pintu kesejahteraan.

Memberi atau menerima dulu? Sebagian besar orang memiliki prinsip : “terima dulu dong, baru nanti saya mau memberi”. Hal ini sesuai dengan prinsip “take and give”, padahal lebih baik “give and take”. Bahkan pak Mario Teguh merevisinya menjadi lebih baik lagi menjadi “give and receive”, memberi baru menerima, bukannya mengambil (to take).

Bila kita lihat hubungan kita dengan Tuhan, maka siapakah yang memberi lebih dulu ? Tuhan memberikan kepada kita, umat yang dikasihiNya, berbagai fasilitas di dunia ini : sinar matahari, hujan, udara dll. Semua disediakanNya secara gratis bagi semua orang, tanpa pandang bulu. Sekarang marilah kita lihat sikap kita terhadap Tuhan, seringkali kita meminta terlalu banyak padaNya padahal relatif kita tidak member apa-apa kepadaNya.

Marilah kita perbaiki bila ada prinsip yang salah, mulai sekarang marilah kita menjadi sukarelawan dan dermawan. Berilah dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan apa pun; bila kita menerima imbalan, maka itu merupakan suatu anugerah. Kalau kita bekerja di perusahaan memang sudah menjadi hak kita untuk memperoleh gaji atau honor, tetapi janganlah mengeluh tentang besar gaji atau honor tersebut. Bila kita rasa imbalan tersebut terlalu kecil mengapa kita tidak mencari pekerjaan di tempat lain? Janganlah menggerutu, karena dampaknya kita bekerja tidak optimal akibat merasa dirugikan perusahaan.

Bekerjalah secara optimal dan lakukan yang terbaik sehingga kita pun merasa puas dengan pekerjaan tersebut. Biarlah orang lain, termasuk atasan, yang menilai hasil pekerjaan kita, dan bila mereka pun merasa puas maka pasti mereka mencatat prestasi kita. Demikian juga hubungan kita dengan Tuhan, lakukanlah yang terbaik untukNya, tentu saja hal ini kita wujudkan dengan memberi yang terbaik juga untuk sesama. Amin

Jangan berharap menerima lebih banyak dari yang diberikan dan jangan pernah bekerja lebih sedikit dari yang dapat dikerjakan. Itulah kunci pembuka pintu kesejahteraan.

Memberi atau menerima dulu? Sebagian besar orang memiliki prinsip : “terima dulu dong, baru nanti saya mau memberi”. Hal ini sesuai dengan prinsip “take and give”, padahal lebih baik “give and take”. Bahkan pak Mario Teguh merevisinya menjadi lebih baik lagi menjadi “give and receive”, memberi baru menerima, bukannya mengambil (to take).

Bila kita lihat hubungan kita dengan Tuhan, maka siapakah yang memberi lebih dulu ? Tuhan memberikan kepada kita, umat yang dikasihiNya, berbagai fasilitas di dunia ini : sinar matahari, hujan, udara dll. Semua disediakanNya secara gratis bagi semua orang, tanpa pandang bulu. Sekarang marilah kita lihat sikap kita terhadap Tuhan, seringkali kita meminta terlalu banyak padaNya padahal relatif kita tidak member apa-apa kepadaNya.

Marilah kita perbaiki bila ada prinsip yang salah, mulai sekarang marilah kita menjadi sukarelawan dan dermawan. Berilah dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan apa pun; bila kita menerima imbalan, maka itu merupakan suatu anugerah. Kalau kita bekerja di perusahaan memang sudah menjadi hak kita untuk memperoleh gaji atau honor, tetapi janganlah mengeluh tentang besar gaji atau honor tersebut. Bila kita rasa imbalan tersebut terlalu kecil mengapa kita tidak mencari pekerjaan di tempat lain? Janganlah menggerutu, karena dampaknya kita bekerja tidak optimal akibat merasa dirugikan perusahaan.

Bekerjalah secara optimal dan lakukan yang terbaik sehingga kita pun merasa puas dengan pekerjaan tersebut. Biarlah orang lain, termasuk atasan, yang menilai hasil pekerjaan kita, dan bila mereka pun merasa puas maka pasti mereka mencatat prestasi kita. Demikian juga hubungan kita dengan Tuhan, lakukanlah yang terbaik untukNya, tentu saja hal ini kita wujudkan dengan memberi yang terbaik juga untuk sesama. Amin
Picture
 


Comments




Leave a Reply