Dominikus Agus GoenawanDecember 27, 2009
Hiduplah seperti garam yang menggarami dan seperti lilin yang menerangi orang lain, tetapi jangan hidup seperti duri yang menyakiti orang lain.


Apakah kehidupan kita ini bermanfaat bagi orang lain atau menyakiti orang lain? Semuanya merupakan tindakan bebas yang tergantung pada tindakan kita sendiri.

Bila kita menaburkan garam secukupnya ke dalam satu mangkuk masakan, maka masakan tersebut menjadi lezat, karena garam telah membuat masakan tersebut mengeluarkan rasa. Tetapi dimana sekarang garam itu? Ia sudah tidak ada lagi, larut ke dalam masakan tersebut. Nah … bila kita dapat hidup seperti garam, maka kita dapat membuat orang lain tumbuh dan berkembang tanpa perlu menonjolkan peran kita sendiri.

Lilin bila dinyalakan membuat terang ruang di sekelilingnya, tetapi ia sendiri juga meleleh, menjadi habis, dan tidak ada lagi. Bila hidup kita seperti lilin, maka kita dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar kita tanpa perlu menyombongkan diri.

Tetapi duri yang tajam dapat menusuk jari orang yang memegangnya dan membuat ia kesakitan. Apakah kehidupan kita seperti duri? Semoga tidak, karena duri merugikan orang lain, dan ia tetap ada untuk menunjukkan kesombongan dirinya sendiri. Orang yang terkena duri pun tidak tinggal diam, ia akan mencari segala macam cara untuk membuang duri yang ada di jarinya tersebut. Nah … bila kita menyakiti orang lain, maka kita pun akan disingkirkannya. Sesuatu yang menyakitkan, kan?
 


Comments




Leave a Reply