Dominikus Agus GoenawanJanuary 7
MenCINTAi seseorang tidak mesti memilikinya, tetapi bila memiliki seseorang maka kita harus menCINTAinya dengan sebaik mungkin.
Cintai yang kita miliki, tetapi tidak harus memiliki semua yang kita cintai.

Mencintai dan memiliki memang dua hal yang berbeda, tetapi banyak orang yang berpendapat salah, yaitu bila saya mencintai, maka saya harus memilikinya. Mencintai berarti kita memberikan kebebasan dan membiarkan dia untuk tumbuh dan berkembang, bukan untuk kita kendalikan, misalnya bila seorang ibu mencintai anaknya, maka ia akan memberi bimbingan agar anaknya dapat bertumbuh menjadi dewasa dan ia harus siap bila suatu saat si anak meninggalkannya karena akan kuliah atau bekerja ke tempat lain, atau juga berumah tangga dengan pasangannya.

Sangat berbahaya bila seorang ibu karena mencintai anaknya, maka ia melarang anaknya untuk bermain di luar rumah karena kotor dan berbahaya, melarang untuk jajan di luar, karena makanannya tidak sehat, selalu mengantar anaknya kemana pun ia pergi. Apa yang terjadi dengan anak tersebut ? Ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri karena selalu tergantung pada ibunya.

Demikian juga bila kita memiliki anak buah yang hebat maka pasti kita mencintainya, tetapi jelas kita tidak dapat menahan dia untuk berkembang. Karena kehebatannya itu mungkin saja suatu saat ia akan mencari pekerjaan di tempat lain yang memberikan peluang baginya untuk lebih maju dan berkembang.

Jadi mencintai itu tidak harus memiliki, tetapi semua yang telah kita miliki harus kita syukuri dengan sepenuh hati. Saya bersukur walaupun saat ini rumah saya hanya tipe 45 dan saya mencintai rumah yang bertingkat dua dengan halaman luas. Hal ini boleh saja karena dengan demikian kita pun memiliki mimpi untuk memiliki rumah yang seperti itu sehingga kita akan berusaha lebih giat, tentu saja dengan jalan yang benar dan berkenaan di hati Tuhan.
 


Comments




Leave a Reply