Dominikus Agus GoenawanJanuary 3 
Berlian tidak akan berkilau tanpa gesekan, pukulan dan gosokan tangan sang ahli batu permata. Demikian juga dengan kesukaran dan pencobaan yang membuat hidup kita menjadi lebih baik.


Batu-batu mahal seperti intan, berlian, permata dan lain-lain, ternyata waktu didapatkan dari alam bentuknya masih tidak beraturan, warnanya kusam, dan belum bercahaya. Mereka menjadi indah setelah digosok, dipukul, dipotong, dikikir dan lain-lain, yang jelas sangat menyakitkan; batu-batu itu mungkin kesakitan ketika diproses, tetapi apa hasilnya? Kini mereka menjadi batu permat yang indah luar biasa, berkilauan, dan menakjubkan bagi semua orang yang melihatnya.

Demikian juga dengan hidup kita, tidak ada proses instant yang dapat membuat hidup kita seketika menjadi cemerlang, berkilau, dan dikagumi orang. Semuanya harus melalui proses, banyak pencobaan dan kesukaran yang harus kita hadapai. Dan seringkali hal tersebut menyakitkan karena membuat kita mengalami kegagalan, kekecewaan, atau mungkin juga kebosanan. Seringkali memang hidup tidak seindah yang kita harapkan, untuk itu kita perlu terus belajar dari segala sesuatu yang telah kita alami.

Nah … disinilah diuji ketahanan kita, apakah kita akan menyerah atau terus berjuang. Bila kita menyerah, ya … semua berakhir disini, karena kita tidak lagi memiliki semangat untuk menjadi lebih baik. Tetapi bila kita berani terus berjuang, maka suatu saat pasti kesukaran tersebut dapat kita atasi. Bila hal ini terjadi berarti kita telah naik kelas, dan berhasil melalui suatu tahap kesukaran.

Tetapi jangan berpuas diri dulu, karena di hadapan kita terus menantang berbagai kesukaran atau pencobaan lain yang harus terus kita atasi agar dapat naik ke kelas yang lebih tinggi lagi.
 


Comments




Leave a Reply