Dominikus Agus GoenawanJanuary 8
Saat anda bicara, maka anda tidak belajar. Hanya pada saat anda menyimaklah, anda belajar.Konsentrasilah terhadap ke dua kuping yang terbuka dan jaga mulut tetap tertutup.


Untuk belajar kita harus berkonsentrasi / fokus terhadap hal yang sedang kita pelajari. Bila konsentrasi kita terpecah karena mendengarkan yang lain atau malakukan sesuatu, atau berbicara maka tentu saja proses belajar kita menjadi terganggu.

Jadi dalam belajar kita harus konsentrasi pada pikiran yang di dalam, atau pada ke dua kuping bila sumber belajar ada di luar diri kita. Tuhan sudah menciptakan kuping yang terbuka, sehingga untuk mendengarkan tidak perlu energi yang besar, dan jagalah agar mulut tetap tertutup. Untuk menggerakkan mulut jelas dibutuhkan energi yang lebih besar, jadi daripada buang energi dengan membuka mulut lebih baik menggunakan dua telinga untuk mendengarkan sebanyak mungkin.

Jadi untuk belajar yang baik, salah satu faktornya adalah konsentrasi atau fokus. Dengan berkonsentrasi maka segala kelemahan seperti kurang cerdas, IQ rendah, dapat diatasi, apalagi bila ditambah dengan semangat pantang menyerah dan kerajinan. Orang sukses bukan karena kepandaiannya, tetapi karena ketekunannya. Bila kita pandai tetapi kurang tekun, maka hasil yang kita peroleh tentu saja tidak maksimal, berbeda dengan orang yang tidak pandai, tetapi ia tekun, maka hasilnya ia dapat memperoleh hasil yang luar biasa, karena dengan mengetahui kelemahan diri sendiri, maka ia belajar lebih giat dibandingkan dengan orang yang lebih pandai. Pada prinsipnya bakat dan talenta saja tidak cukup, perlu ditunjang usaha yang sungguh-sungguh.
 


Comments

06/27/2013 20:24

terima kasih atas infonya

Reply



Leave a Reply