Dominikus Agus GoenawanJanuary 4
Daripada membuang-buang waktu mencari kesalahan orang yang telah kita kasihi, lebih baik sempurnakanlah kasih yang telah kita berikan (Yulius Santosa).


Ada dua macam kasih atau cinta, yaitu kasih Allah, disebut dengan kasih Agape, dan kasih manusia pada umumnya. Kasih Agape memiliki prinsip “aku mengasihimu, walaupun engkau menyakitiku”, tidak mengharapkan imbalan, dan dilakukan dengan tulus. Sedangkan kasih manusia pada umumnya memiliki prinsip “aku mengasihimu, tetapi engkau harus sering menolongku”, mengharapkan imbalan, dan dilakukan dengan maksud tertentu.

Bila kita masih suka mencari kesalahan orang yang telah kita kasihia, maka hal ini menunjukkan bahwa kasih kita masih kasih manusia yang mengharapkan imbalan, belum menjadi kasih Agape. Karena itu marilah kita sempurnakan kasih kita menjadi kasih Agape kepada orang-orang yang kita kasihi. Nah … inilah kasih yang sempurna.

Bila kita sudah mengasihi dengan kasih Agape, maka tidak ada lagi keinginan untuk menjatuhkan orang-orang yang kita kasihi itu. Kita tidak akan membuang waktu untuk mencari-cari kesalahannya, malahan kita akan mendorong orang yang kita kasihi untuk mendapatkan keberhasilan.
 


Comments




Leave a Reply