Selasa, 17 Maret 2009 Sekiranya Hari Ini Hari Terakhir Hidupku
  • Hatiku melimpah dengan pengucapan syukur atas segala rahmat dan pemeliharaan Tuhan sepanjang hidupku. Aku memandang Allah yang Mahabaik itu, yang mengajar dan membimbing, yang menguatkan dan menghibur, dst.
  • Timbul pertanyaan di dalam hatiku: Bila aku sudah tiada, apakah orang akan mengingat aku? Siapakah orang yang sungguh mengenal diriku?
  • Aku merasakan suatu kerinduan untuk dikenal sebaik-baiknya. Kupikir tak ada orang seperti itu bagi diriku. Kemudian aku teringat akan sabda bahagia yang diucapkan Tuhan Yesus di Bukit, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." Meninggal dunia dalam iman kepada Allah, namun tanpa dikenal itulah kemiskinanku di hadapan Allah.
  • Ku bertanya pada diriku, "Perlukah aku membuat diriku dikenal? Aku tidak dapat menjawab pertanyaan ini.
  • Pada hari terakhir hidupku aku ingin menunggu dan menerima segala apa yang datang dengan ikhlas, baik itu susah maupun senang.
  • Yang masih ingin kulakukan adalah menyenangkan hati suamiku. Mengurus rumah sebaik-baiknya, memasak makanan yang berkenan kepadanya.
  • Bagaimana dengan mendoakan orang lain, sahabat-sahabat dan saudara-saudaraku yang jauh di mata? Kalau aku tak sempat melakukan hal itu, maka dapat kulakukan setelah aku meninggalkan dunia ini. Aku tidak akan terlambat untuk mendoakan mereka. Namun hari ini tetap saja aku berdoa bagi mereka sebagaimana kewajibanku sehari-hari berdisiplin dalam doa.
Senin, 16 Maret 2009 Menjalani hidup setiap hari seakan-akan hari ini adalah hari terakhir hidupku

14 Maret 2009: Dengan setiap nafasku dan degup jantungku, aku memuji dan memuliakan Tuhan Yesus yang telah menebus aku dengan darahNya.
15 Maret 2009: Betapa fananya segala sesuatu kecuali kehadiran Allah.
16 Maret 2009: Selama dua hari aku mengarahkan diri kepada hubunganku dengan Allah. Hari ini aku merenungkan tentang kewajibanku sehari-hari dan hubunganku dengan sesama.

Posted by Caritas Dei

 


Comments




Leave a Reply

    Picture
    Doa di Hari yang baru
    T
    uhan, terima kasih
    karena Engkau telah memberiku satu hari lagi.


    Biarlah aku menghadapi masalah-masalahku hari ini
    baik masalah besar maupun masalah kecil –
    dengan hati yang gembira
    karena dipenuhi cintaMu yang tiada henti.


    Biarlah aku menyadari saat-saat bahagia
    yang Engkau berikan kepadaku hari ini.


    Biarlah aku memandang perhatian terhadap sesama
    sebagai sesuatu kesempatan
    untuk membawa belaskasihMu yang sangat besar
    kepada orang-orang yang paling memerlukannya.


    Dan, Tuhan,
    Aku tahu bahwa Engkau melihat dan mengetahui segala sesuatu
    segala keindahan yang dunia miliki,
    dan segala kekerasan di dalamnya juga.


    Maka, pada hari yang Engkau berikan kepadaku ini,
    aku mohon supaya aku boleh membawa kegembiraanMu bersamaku
    ketika aku sedang bersama orang lain.


    Dan aku berharap Engkau akan dihangatkan
    oleh kebahagiaan anak-anakMu.


    Akhirnya, Tuhan,
    janganlah biarkan aku melupakan
    bahwa di dalam segala hal, pada waktu suka maupun duka,
    Engkau yang seluruhnya adalah cinta dan kegembiraan dan harapan
    selalu besertaku.


    Amin.

    (Doa Santo Kristoforus)

    Archives

    January 2010

    Sharing

    All
    * Catatan Dari Tahun 2009
    * Doa Di Hari Yang Baru
    * Happy New Year 2010 !