(Bacaan Injil Misa Kudus, Pekan Biasa I, Senin 11-1-01)

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, Ia melihat Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia (Mrk 1:14-20). 

Yesus mengawali karya pelayanan-Nya di Galilea dengan memberitakan Kabar Baik: “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk 1:15). Kata-kata ini begitu akrab terdengar bagi telinga kita, sehingga terdapat bahaya kita dengan mudah mendengarnya sekadar pada tingkat permukaan saja – superficial – tanpa mencoba untuk merenungkannya dengan lebih mendalam lagi perihal makna kata-kata itu. Namun demikian, sebenarnya Allah ingin mewahyukan kepada kita misteri-misteri kerajaan-Nya apabila kita mau berusaha memahaminya, seperti ditulis oleh Santo Paulus dalam penutupan salah satu suratnya:

Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, – menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan penyingkapan rahasia, yang tersembunyi berabad-abad lamanya, tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman – bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, melalui Yesus Kristus: Segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin             (Rm 16:25-27).

Titik awal yang baik adalah mengembangkan kebiasaan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Allah selagi kita membaca dan merenungkan nas-nas Kitab Suci. Misalnya apa yang dimaksudkan dengan “saatnya telah genap” dan “kerajaan Allah sudah dekat”? Dan, apa pula maksudnya “Injil”  atau “Kabar Baik” itu? Yesus memproklamasikan bahwa pemerintahan Allah telah mulai berkuasa pada saat Dia masuk ke dalam dunia  dan memulai pelayanan-Nya di muka bumi ini. Yesus sendiri sebenarnya adalah Kabar Baik Allah sebagai seorang pribadi. Kabar Baik sebenarnya adalah bahwa demi cinta kasih-Nya yang demikian besar kepada kita, Putera Allah datang untuk menyelamatkan kita dari kuasa-kuasa kegelapan, dosa dan maut. Secara pribadi Dia membayar harga dosa-dosa kita lewat kematian-Nya di kayu salib dan membangkitkan kita ke dalam suatu hidup baru dengan Dia.

Yesus mengatakan kepada Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”  (Mrk 1:17). Panggilan pemuridan ini tentunya sangat menarik dan sangat menantang bagi para penjala ikan itu. Yesus minta mereka untuk melepaskan segalanya yang familiar dan nyaman – gaya hidup keseharian mereka, daerah tempat tinggal mereka, bahkan keluarga-keluarga mereka – untuk mengikuti Dia. Tak salah kalau kita memuji para murid Yesus yang pertama ini; tanggapan mereka begitu langsung dan total. Mereka meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus dan memang ternyata pada gilirannya mereka sungguh menjadi para penjala manusia.

Yesus memanggil masing-masing dari kita untuk menjadi murid-Nya. Hal ini dapat meresahkan kita karena kita tidak tahu dengan pasti ke mana kita akan dibawa oleh-Nya. Tetapi Yesus menjanjikan bahwa Dia akan selalu menyertai kita (Mat 28:20). Yang diminta oleh-Nya hanyalah jawaban “YA” dari kita kepada-Nya setiap hari. Kemudian, karena diberdayakan oleh Roh Kudus, kita pun mampu menjadi penjala manusia.

DOA: Tuhan Yesus, kami menyerahkan hati kami kepada jamahan penyembuhan-Mu. Kami menyambut Engkau ke dalam hati kami dan berkata “ya”  kepada panggilan-Mu untuk mengikuti jejak-Mu dan untuk menarik orang-orang lain mengenal-Mu, mengasihi-Mu dan melayani-Mu. Amin.  

Cilandak, 4 Januari 2010
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
 


Comments




Leave a Reply