Saudara-saudari yang dikasihi Kristus,

Masa Adven adalah kesempatan bagi kita semua untuk mengintensifkan penghayatan misteri sejarah keselamatan, khususnya sebagai persiapan perayaan Natal yang bermutu dengan menghadirkan Adven dan Natal sebagai suatu kesatuan.  Merayakan masa Adven berarti mengalami sungguh kerinduan akan kedatangan Allah dengan bertobat dan terlibat dalam tindakan nyata, memperhatikan sesama yang membutuhkan pertolongan. ‘Kedatangan’ yang dimaksud dalam masa Adven adalah kedatangan Yesus. Mari kita soroti tiga ‘Kedatangan Yesus’:

Kedatangan Yesus di masa lampau. Dalam arti ini kita umat Kristiani menyiapkan diri untuk memperingati kedatangan Kristus secara historis pada Hari Raya Natal, ketika Tuhan memasuki dunia ini dengan lahir menjadi manusia. Firman telah menjadi manusia (Yoh 1:14). Hal ini mengingatkan kita semua, bahwa Kekristenan atau Kristianitas adalah agama yang memiliki nilai historis: seperti juga Allah berbicara dalam Sabda dan karya Yesus, maka Allah yang sama juga berbicara dalam sejarah pribadi kita masing-masing dan pengalaman komunal kita. Namun demikian, agama kita bukanlah sekedar agama masa lampau (historis) dan senantiasa diaktualisasikan, melainkan juga agama masa depan. Oleh karena itu ‘kedatangan’ dalam Masa Adven juga berarti kedatangan-Nya di masa depan.

Kedatangan Yesus di masa depan. Dalam arti ini umat Kristiani mengarahkan pandangan penuh harapan ke masa depan: dimensi eskatologis, yang meresapi misteri iman kita. Di sini kita berbicara mengenai kedatangan Kristus untuk ke dua kalinya (Akhir Zaman). Fokusnya di sini adalah harapan yang mengkontekstualisasikan dan memberikan arti bagi semua kehidupan Kristiani. Pada hakekatnya, seorang Kristiani adalah seseorang yang memiliki pengharapan. Harapan ini dibangun atas dasar kepercayaan bahwa Allah akan melengkapi segala sesuatu, bahwa kehidupan manusia bukanlah tanpa makna dan bahwa pada akhirnya Allah akan membangun “surga dan bumi yang baru” (lihat Why 21:1) di mana segala realita kosmik akan diisi dengan kepenuhan Allah. Dimensi pengharapan ini penting sebab ada bahaya bahwa dimensi ini (yang memang sudah terpenuhi sebagian, tetapi belum tuntas) kurang disadari. Dengan demikian masa Adven dapat menghidupkan harapan yang membuka perspektif ke masa depan sebagai salah satu unsur pokok iman Kristiani.

Kedatangan Yesus di masa kini. Dalam arti ini umat Kristiani melihat dan merasakan kedatangan Kristus masa kini ke dalam masyarakat, khususnya kedatangan-Nya dalam diri kaum miskin dan papa, mereka yang menderita dan tersisihkan. Kristus datang sekarang ke dalam seluruh kehidupan. Keberadaan Kristiani berarti memanfaatkan sebaik-baiknya setiap saat, setiap kesempatan serta peluang yang ada dan apa saja yang terjadi pada diri kita. Iman-kepercayaan Kristiani yang sejati tidak akan membawa kita keluar dari kehidupan nyata sehari-hari. Iman-kepercayaan itu akan melebur kita dengan segalanya yang terjadi dan segala sesuatu yang berlangsung di sekeliling kita. Allah selalu berbicara, kalau saja kita mau mendengarkan! Dengan demikian masa Adven menghadapkan kita dengan Kristus yang datang sekarang, hari ini, teristimewa dalam diri saudara-saudari kita yang dina dan kecil (lihat Mat 25:31-46).

Kita hampir selesai menggumuli ketiga macam ‘kedatangan Yesus’ ini dalam bacaan-bacaan kita yang hampir satu bulan lamanya ini. Hampir tak terasa, Masa Adven kita sudah hampir selesai dan Hari Raya Natal pun tinggal beberapa hari lagi. 

Pada kesempatan ini saya mengirimkan tiga bacaan Injil dan renungannya masing-masing, yaitu untuk hari Sabtu tanggal 19 Desember, Minggu tanggal 20 Desember dan Senin tanggal 21 Desember. Bacaan Injil untuk Hari Minggu Adven IV tanggal 20 Desember pada tahun ini secara kebetulan sama dengan bacaan Injil untuk hari Senin tanggal 21 Desember 2009, yaitu Luk 1:39-45, namun bacaan pertamanya memang berbeda.

Semoga berbagai bacaan-renungan ini membawa berkat bagi Saudara-saudari sekalian, teristimewa bagi yang tidak dapat menghadiri Misa Harian dan juga yang pada hari Minggu bersekutu tanpa kehadiran seorang imam. Allah Tritunggal memberkati Saudara-saudari sekalian.

Salam persaudaraan,
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
 


Comments




Leave a Reply