(Bacaan Kitab Suci dalam Misa, Hari ketujuh dalam Oktaf Natal, Kamis 31-12-09)

Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kami dengar bahwa antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Dari hal inilah kita mengetahui bahwa ini benar-benar waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, tentu mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya nyata bahwa mereka semua tidak termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran (1Yoh 2:18-21).

Kepada siapa atau kelompok umat yang mana Yohanes memberi pesan-pesan di atas? Dari cara dia mengkomunikasikan pesannya, kita dapat saja berpikir bahwa Yohanes menulis kepada para pakar atau orang-orang kudus. Akan tetapi sebenarnya mereka adalah umat Kristiani yang normal-normal saja, yaitu orang-orang yang tidak begitu berbeda dengan kita semua – yang berjuang menghadapi berbagai tantangan yang ada karena keberadaan mereka sebagai pengikut Kristus di dalam dunia yang dipenuhi kegelapan dan dosa.

Komunitas mereka baru saja mengalami perpecahan internal. Sebagian anggota komunitas memisahkan diri. Yohanes tidak mengabaikan persoalan-persoalan yang dihadapi komunitas Kristiani dan dia juga tidak mau sekadar menulis kata-kata penghiburan yang menyenangkan (katakanlah lip service belaka) kepada mereka. Dengan demikian dorongan-dorongan yang diungkapkan Yohanes ini masih memiliki nilai-nilai kebenaran, bahkan pada hari ini juga. Yohanes mengingatkan bahwa sumber kehidupan dan pengharapan yang tidak pernah berubah hanyalah satu, yaitu berdiam-Nya Roh Kudus dalam diri seorang Kristiani. Yohanes terasa mendesak, seakan-akan berkata: “Berpeganglah pada Roh Allah, Dia akan memimpin kamu dalam hidupmu!” 

Kita semua tahu bahwa menjadi seorang Kristiani bukan berarti mengabaikan persoalan-persoalan kita atau mengharapkan Allah untuk menghalau kesulitan-kesulitan dari diri kita. Yohanes mengingatkan bahwa kita semua telah beroleh pengurapan Roh Kudus. Kehadiran Roh Kudus dalam diri kita ini harus terus dipupuk. Dengan demikian kita akan mampu menanggung berbagai pencobaan dengan kekayaan hikmat Allah yang diberikan Roh Kudus kepada kita. Selagi kita berjalan bersama Yesus di sisi kita, menggantungkan diri pada bimbingan-Nya, maka kita pun dapat mengalami kepenuhan hidup yang dijanjikan dalam Kitab Suci.

Yohanes tahu, bahwa apabila komunitas ini terus berpegang pada Yesus di tengah-tengah krisis, iman mereka pun akan bertumbuh semakin kuat. Hal ini juga benar bagi kita semua sekarang ini. Kadang-kadang kita tergoda untuk mengandalkan segalanya pada diri kita sendiri manakala kita menghadapi kesulitan. Memang kesulitan serius dapat membuat kita merasa dicampakkan, sehingga berketetapan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan kekuatan pikiran dan perasaan sendiri. Namun, sebenarnya semakin kita mengandalkan diri pada Yesus hari demi hari, maka hidup berkelimpahan Roh Kudus dalam diri kita pun akan menjadi jawaban riil terhadap masalah yang kita hadapi. Maka pintu surga pun terbuka dan kita dapat memperoleh akses kepada kekuatan, hidup dan hikmat Allah.

Beberapa jam lagi, pada jam 12 malam nanti, kita akan menginjak tahun yang baru. Oleh karena itu, kalau kita belum membuat resolusi untuk tahun 2010 berkaitan dengan relasi kita dengan Allah, masih ada waktu bagi kita untuk membuat resolusi agar menjadi semakin akrab dengan Roh Kudus, sang Pembimbing Agung yang berdiam dalam diri kita masing-masing. Pertanyaannya sekarang adalah apakah anda menyediakan lebih banyak waktu bersama Yesus dalam doa-doa harian dan pembacaan serta permenungan Kitab Suci? Apakah anda mau mengandalkan diri pada bimbingan Roh Kudus semata, teristimewa pada saat-saat menghadapi kesulitan? “Kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus”, demikian tulis Yohanes (1Yoh 2:20). Perbedaan konkrit apa saja yang ada dengan gaya hidup yang anda telah jalani sepanjang tahun 2009 ini?

DOA: Roh Kudus Allah, semoga dalam tahun 2010 Engkau menjadi yang pertama dalam hatiku dan dalam skala prioritasku sepanjang tahun. Jadilah pembimbing-Ku dalam menjalani tahun 2010 ini. Amin.

Cilandak, 24 Desember 2009
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
 


Comments




Leave a Reply