(Bacaan Injil Misa Kudus, Pekan Biasa II, Rabu 20-1-10)
(Hari Ketiga Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani)

Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang tangannya mati sebelah. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang tangannya mati sebelah itu, “Mari, berdirilah di tengah!”  Kemudian kata-Nya kepada mereka, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?”  Tetapi mereka diam saja. Ia sangat berduka karena kekerasan hati mereka dan dengan marah Ia memandang orang-orang di sekeliling-Nya lalu Ia berkata kepada orang itu, “Ulurkanlah tanganmu!”  Orang itu mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera membuat rencana bersama para pendukung Herodes untuk membunuh Dia (Mrk 3:1-6).

Inkarnasi Yesus menandakan: (1) sudah berlalunya hukum dosa serta maut dan (2) datangnya kerajaan Allah. Yesus adalah Anggur yang baru, …. hidup baru. Allah telah lama mempersiapkan umat-Nya untuk menerima hidup baru ini. Akan tetapi, meskipun Yesus memberikan kepada orang banyak kesembuhan, pengampunan dan cintakasih, para pemimpin agama memandang dan memperlakukan Dia sebagai lawan dan obyek cemoohan.

Konflik itu, yang dimulai ketika Yesus menyembuhkan seorang lumpuh (Mrk 2:1-12), malah meningkat ketika Dia menyembuhkan seorang lain yang tangannya mati sebelah (Mrk 3:1-6). Sampai saat ini, orang-orang Farisi selalu melontarkan kritik dan mempertanyakan tindakan-tindakan Yesus. Sekarang, Yesus ganti bertanya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, yang menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?”(Mrk 3:4). Orang-orang Farisi diam saja. Mereka tetap mempertahankan kedegilan hati mereka di hadapan kebaikan Allah. Tidak adanya tanggapan dari mereka membuat Yesus marah dan sekaligus sedih. Dalam kerahiman-Nya, Yesus menyembuhkan tangan si sakit, sekali lagi menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari Sabat (Mrk 2:27-28). Orang-orang Farisi marah sekali karena Yesus telah melanggar pembatasan-pembatasan hari Sabat. Oleh karena itu mereka pun mulai bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk menghancurkan Yesus (Mrk 3:6).

Mengapa sampai ada orang yang mau membunuh Yesus yang justru datang melakukan kebaikan? Sikap mandiri yang salah dan ketergantungan pada pemikiran manusia semata-mata seringkali membutakan kita terhadap kebenaran Allah dan malah menyebabkan kita menentang Dia, bahkan pada saat kita tidak menyadari apa yang kita perbuat. Kodrat manusia yang cenderung jatuh ke dalam dosa selalu menghindari sikap penyerahan diri kepada Allah. Akan tetapi, seperti kita tahu, untuk menerima keselamatan, kita harus berserah kepada-Nya. Kalau kita menolak kebaikan Allah, maka kita – seperti juga orang-orang Farisi – akan menilai lebih tinggi berbagai aturan, ketimbang kebutuhan-kebutuhan saudara-saudari kita. Sikap mandiri yang keliru akan menghalangi kita untuk mengakui Yesus sebagai Juruselamat dan membatasi pengalaman kita akan kehadiran-Nya.

Sebaliknya, kalau kita bersikap seperti anak-anak, kita akan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Dengan demikian kita pun akan mampu menerima kerahiman-Nya dan hidup baru-Nya. Yesus akan mengubah hati dan pikiran kita sehingga hasrat-hasrat-Nya dan pikiran-pikiran-Nya menjadi hasrat-hasrat dan pikiran-pikiran kita. Dia akan mengajarkan kepada kita jalan-Nya dan memberdayakan kita agar supaya taat kepada firman-Nya. Kalau anak-anak Allah terbuka untuk menerima kebaikan dan kerahiman Tuhan, maka Dia dapat menyembuhkan segala perpecahan yang ada di antara mereka, sehingga bersama-sama mereka akan mencerminkan kepenuhan kemuliaan-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, ubahlah hati kami, dari kantong kulit tua yang keras menjadi kantong kulit baru yang lunak, sehingga kami dapat menerima anggur hidup baru yang Dikau ingin berikan kepada kami. Amin.

Cilandak, 10 Januari 2010
Pesta Pembaptisan Tuhan
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
 


Comments




Leave a Reply