(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven, Sabtu 19-12-09)

Pada zaman Herodes, raja Yudea, ada seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya hidup benar di hadapan Allah dan menuruti segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Pada suatu kali, waktu tiba giliran kelompoknya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk  ke dalam Bait Suci dan membakar dupa di situ. Pada waktu pembakaran dupa, seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Lalu tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran dupa. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan dia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus sejak dari rahim ibunya dan ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka. Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati para bapak berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Dengan demikian ia menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu, “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya, “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara kepadamu untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai hari ketika semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya kepada perkataanku yang akan dipenuhi pada waktunya.” Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, dan ia tetap bisu. Ketika selesai masa pelayanannya, ia pulang ke rumah.

Beberapa lama kemudian Elisabet, istrinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang” (Luk 1:5-25).

Bacaan pertama: Hak 13:2-7.24-25a.

YHWH menyerahkan orang-orang Israel ke dalam tangan bangsa Filistin untuk jangka waktu yang lama (40 tahun) karena dosa-dosa mereka (lihat Hak 13:1), namun Dia juga mengangkat Simson sebagai seorang penyelamat. Seorang malaikat YHWH memberitahukan kepada istri Manoah, bahwa dia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki (lihat Hak 13:2-3). Karena perempuan itu mandul, maka kelahiran bayinya yang bernama Simson itu merupakan suatu tanda bahwa dia tidak mengandung secara biasa, melainkan ada intervensi Allah secara istimewa dalam proses tersebut, dan hal ini menunjukkan bahwa Simson adalah suatu instrumen Allah sendiri. Apa urusan Simson dengan masa Adven/Natal kita ini? Jawabnya: Simson membantu kita untuk menghargai keagungan Yesus sebagai Penyelamat kita!

Seorang malaikat juga menampakkan diri kepada Zakharia dan berkata kepadanya, “Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes” (Luk 1:13). Pada waktu itu, baik Zakharia maupun Elisabet sudah tua sekali. Dalam hal ini kita juga dapat melihat suatu tanda bahwa Allah telah campur tangan lagi, juga secara istimewa. Namun tidak seperti Simson, Yesus lebih dari sekadar suatu instrumen Allah. Dia adalah Pribadi kedua dari Allah Tritunggal dan tentunya memiliki kodrat ilahi, di samping kodrat-Nya sebagai seorang manusia. Untuk menunjukkan identitas-Nya yang unik ini, maka Yesus dilahirkan dari seorang perempuan yang tetap perawan pada waktu Dia dikandung. Tidak seperti Simson, Yesus memperoleh kuasa-Nya bukan dari rambut-Nya, melainkan langsung dari Bapa surgawi. Visi Yesus yang jernih memimpin-Nya kepada salib dan persembahan kurban-Nya. Salib bukanlah suatu tanda kekalahan. Salib adalah tanda kemenangan penuh kejayaan atas musuh-kembar umat manusia, yaitu dosa dan kematian. “Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita” (Rm 5:8). Sepanjang sejarah Allah telah mengutus para hakim, nabi dan raja untuk menolong umat-Nya. Dalam kepenuhan waktu Allah menunjukkan kepenuhan cintakasih-Nya dengan mengutus Putera-Nya kepada kita (lihat Yoh 3:16; bdk. Ibr 1:1 dsj.).

Tidak lama lagi kita akan merayakan Natal.  Hari-hari ini adalah masa yang sangat istimewa untuk menyiapkan diri kita akan kedatangan Yesus. Sebagai tanggapan terhadap kelahiran Yohanes Pembaptis, Zakharia melambungkan pujiannya kepada Allah (Luk 1:67-79).  Bukankah tanggapan kita secara rohaniah terhadap kelahiran Putera Allah sebagai Penyelamat kita itu seharusnya lebih meriah lagi?

DOA: Roh Kudus Allah, bimbinglah aku agar persiapan-persiapanku, teristimewa persiapan-persiapan secara rohaniah, dalam menyambut kelahiran Yesus pada hari Natal ini berkenan kepada Bapa surgawi. Amin.

Cilandak, 17 Desember 2009
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
 


Comments




Leave a Reply