(Bacaan Kitab Suci Misa Kudus, Hari biasa sesudah Penampakan Tuhan, Senin 4-1-10)

… apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari Dia, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya: Supaya kita percaya kepada nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Siapa yang menuruti segala perintah-Nya, ia ada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dengan inilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu dengan Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya kepada setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Dengan inilah kita mengenal Roh Allah: Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia. Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. Kami berasal dari Allah: Siapa yang mengenal Allah, ia mendengarkan kami; siapa yang tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan (1Yoh 3:22-4.6).

Bacaan Injil: Mat 4:12-17.23-25.

Pada abad pertama Kristianitas muncul ajaran sesat yang menyangkal kodrat insani dari Kristus. Dengan suratnya ini, penulis mencoba untuk memerangi ajaran sesat termaksud yang memang telah mengakibatkan keretakan dalam komunitas di mana dia menjadi penatua. Yohanes penulis surat ini merasa sangat susah dan sedih karena perpecahan yang terjadi sebagai suatu akibat dari ajaran sesat. Suratnya ini dimaksudkan untuk membongkar penyimpangan dari guru-guru palsu dan membawa umat beriman kembali kepadsa persatuan dan kasih – hakekat dari Kristianitas. 

Percaya kepada Putera Allah, Yesus Kristus, dan saling mengasihi antara sesama umat, adalah jiwa dari surat ini (lihat 1Yoh 3:23). Apabila umat Allah hidup bersama dalam kasih Yesus, mereka tahu berkat-berkat dari kehadiran-Nya. Mereka mengalami damai-sejahtera dan kepercayaan dalam Kristus; mereka tahu bahwa mereka mengatasi tantangan apa saja yang ada dihadapan mereka, termasuk ancaman perpecahan. Yohanes (penulis surat) berupaya untuk mendorong mereka yang tetap berada dalam komunitasnya dengan mengingatkan mereka akan kebenaran-kebenaran sentral dari pesan Injil. Ia ingin meyakinkan mereka akan tetap diam dalam Yesus apabila mereka taat kepada firman-Nya dan saling mengasihi antara mereka.

Sang penulis surat juga melihat adanya kebutuhan untuk menolong orang-orang melakukan discernment perihal apa saja yang berasal dari Allah dan apa saja yang berasal dari para nabi palsu atau berasal dari ide orang-orang itu sendiri. Ternyata pengujiannya sederhana: Setiap sabda kenabian yang meninggikan Yesus Kristus yang datang ke dunia sebagai manusia dapatlah dipercaya, sedangkan segalanya yang menyangkal Yesus adalah palsu (lihat 1Yoh 4:1-3). Dengan menerapkan tes ini dan memelihara hati mereka untuk tetap berakar pada kasih Allah, maka mereka akan mampu mengatasi halangan apa pun.

Surat yang ditujukan kepada orang-orang Kristiani awal ini tetap berbicara mengenai kebenaran kepada semua orang yang membacanya hari ini. Dengan begitu banyak isu yang dapat diperdebatkan, bahkan di dalam Gereja sendiri, kita dapat merasa bingung. Namun demikian baiklah untuk kita semua berpegang teguh pada kebenaran-kebenaran dasar iman kita: Percaya kepada Yesus sebagai sungguh Allah dan sungguh manusia, serta mengasihi satu sama lain. Allah mengasihi kita dan tidak akan meninggalkan kita. Dia akan melindungi Gereja-Nya dan membuat kita semua sebagai para pemenang selagi kita mencari kasih Yesus dan kuasa Roh Kudus.

DOA: Bapa, Engkau adalah Allah yang baik, sumber segala kebaikan, satu-satunya yang baik. Terima kasih untuk firman-Mu yang mengajar kami dan mendorong kami. Lindungilah kami terhadap tipu-daya para pengajar sesat dan tolonglah kami selalu untuk tetap berdiam di dalam Kristus dan saling mengasihi antara kami, seperti yang Engkau sendiri perintahkan. Amin.

Cilandak, 30 Desember 2009
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
 


Comments




Leave a Reply