January 25, 2010 by sangsabda

Saudara-saudari yang dikasihi Kristus, 

Pada hari ini, Senin tanggal 25 Januari 2010,  ‘Penutupan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani’ ditutup. Pada hari ini, Gereja juga merayakan ‘Pesta Bertobatnya Santo Paulus, Rasul’, sebuah peristiwa penting yang menentukan arah selanjutnya dari sejarah Gereja. 

Catatan tentang pertobatan Santo Paulus ini dapat kita baca di Kis 9:1-22 (bacaan pertama Misa Kudus hari ini) dan/atau bagian-bagian lain di Kis, dan juga Gal. Dalam kesempatan ini saya mau mengajak saudara-saudari sekalian mendengarkan apa yang dikatakan oleh Paulus sendiri tentang pertobatannya ini: 

“…aku menegaskan kepadamu, Saudara-saudaraku bahwa Injil yang kuberikan itu bukanlah injil yang berasal dari manusia. Karena aku tidak menerimanya dari manusia dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya melalui pernyataan Yesus Kristus. Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: Tanpa batas, aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Di dalam agama Yahudi pun aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. Tetapi sewaktu Allah, telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh anugerah-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. Tetapi aku tidak melihat seorang pun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutuliskan kepada mu ini benar, aku tidak berdusta. Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. Mereka hanya mendengar bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman yang pernah hendak dibinasakannya. Lalu mereka memuliakan Allah karena aku. …” (Gal 1:11-24; Bacaan Ibadat Harian untuk hari ini). 

“… tiba-tiba, …, pada tengah hari aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang daripada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku. Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menentang Dia yang berkuasa atasmu. Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu. Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari Aku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan menyelamatkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan. …” (Kis 26:13-18; Bacaan singkat Ibadat Pagi: Kis 26:16b-18). 

DOA: Allah, cahaya dunia, dengan pewartaan rasul Paulus telah Kauajar seluruh dunia. Semoga kami dengan merayakan pertobatannya berbalik kepada-Mu seturut teladannya dan menjadi saksi kebenaran-Mu bagi dunia. Amin. 

Selamat meneladani pahlawan Gereja yang hebat ini. Bersama ini saya kirimkan juga bacaan Injil dan renungannya untuk hari Kamis tanggal 28 Januari 2010. Berkat Allah Tritunggal bagi Saudara-saudari sekalian. 

Salam persaudaraan, 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
 


Comments




Leave a Reply