Tabah Helmi NonakaDecember 29, 2009
Pertanyaan dari Sdri. Dewi Ariyani :

Jawaban:
Riki Fajar:
Kata kami dalam doa Koronka (baik dalam doa Bapa yang kekal ...... atau Demi sengsara ...... atau Allah yang Kudus ......)
sudah mencakup orang yang berdoa dan orang yang di doakan.
Allah itu Mahatahu ....
jadi so pasti tahu siapa yang mau kita doakan bukan ?

Stefan Leks:
Menambahkan nama orang yang didoakan pada Koronka yang teksnya ditetapkan oleh Yesus Kristus sendiri, setidak-tidaknya searti dengan mengubah teks itu. Hal yang demikian jangan dilakukan.
Namun, kenyataannya, banyak orang seolah-olahi tidak bisa tahan kalau teks doa resmi tidak mereka ubah.

Seperti dijelaskan oleh Riki Fadjar di atas, Tuhan paling tahu dan ingat nama orang yang kita doakan. Ia tidak usah diingatkan secara khusus. Apalagi pada "setiap butir" Koronka!

Daripada melakukan kesalahan yang demikian,
sebaiknya Koronka dibuka dengan penyebutan ujud yang jelas,
misalnya, "Allah yang Maharahim, Koronka ini kupersembahkan kepada-Mu demi kesembuhan anakku, Fransiskus".
Atau, "Yesus yang Maharahim, aku mohon tolonglah istriku, Magdalena, yang sedang menghadap ajalnya! Tunjukkanlah kepadanya belas kasih-Mu yang tak mahabesar!"




Leave a Reply.