Tabah Helmi NonakaDecember 27, 2009
Intisari Devosi kepada Kerahiman Ilahi (Part Two)

Tulisan ini yg
kami petik dari buku "Devosi kepada Kerahiman Ilahi"
karangan Bapak Stefan Leks.

(Nihil Obstat: F. Hartono SJ ~ Jogjakarta , 25 Maret 2008
Imprimatur : J. Pujasumarta, Pr,Vikjen~ 29 Maret 2008 )

Selamat Membaca !

2. Belas Kasih – menentukan sikap manusia terhadap setiap sesamanya.
Sabda Yesus kepada St. Faustina, ”Aku menuntut tindakan-tindakan belas kasih yang mengalir dari kasih kepada-Ku. Belas kasihan harus engkau tunjukkkan selalu dan di mana-mana; engkau tidak boleh menghindari,atau mencari alasan ataupun menyatakan diri tidak perlu melakukannya. Aku memberi kepadamu tiga cara berbelas kasih terhadap sesama yang pertama-perbuatan; yang kedua-perkataan; yang ketiga – doa. Dalam tiga tahap ini terdapat kepenuhan belas kasihan dan inilah bukti tak terbantahkan kasih kepada-Ku. Dengan cara ini jiwa memuliakan dan menghormati kerahiman-Ku.
(BH SFK 742).

Sikap kasih aktif kepada sesama merupakan pula syarat untuk menerima rahmat. ”Jika jiwa tidak berbelas kasih dengan suatu cara – Yesus mengingatkan gagasan injili – maka ia tidak akan mendapakan kerahiman-Ku pada hari penghakiman . O seandainya jiwa-jiwa mampu menghimpun bagi dirinya harta kekal. Mereka takkan diadili, tetapi akan mendahulukan penghakimanku dengan belas kasihan mereka”
(BH SFK 1317).

Yesus menghendaki supaya mereka yang menhormati-Nya setiap hari melaksanakan setidak-tidaknya satu perbuatan belas kasihan. ”Ketahuilah, putri-Ku-kata Yesus kepada St.Faustina-bahwa HatikKu adalah kerahiman semata-mata. Dari lautan kerahiman itu mengalir rahmat ke seluruh penjuru dunia.......Aku ingin supaya hatimu menjadi kediaman kerahiman-Ku. Aku ingin supaya kerahiman itu mengairi seluruh dunia melalui hatimu. Siapa saja yang akan mendekati dirimu, hendaknya jangan menjauh tanpa meyakini kerahiman-Ku yang amat sangat Kuinginkan bagi jiwa-jiwa”
( BH SFK 1777)




Leave a Reply.