Tabah Helmi NonakaDecember 30, 2009
Sabda Yesus bulan Februari 1938: Aku mengingatkan engkau, Putri-Ku, setiap kali engkau mendengar bunyi jam yg menunjukkan pkl 3 sore, benamkanlah dirimu sepenuhnya dlm kerahiman-Ku, sambil menyembah dan memuliakannya; mohonlah bantuannya yg mahakuasa bagi seluruh dunia, khususnya bagi org2 berdosa yg malang.

Ketika Yesus berbicara tentang Jam Kerahiman untuk pertama kalinya, Ia bersabda, "Benamkanlah dirimu di dalam Sengsara-Ku." Tetapi pada awal Februari 1938 Ia bersabda, "Benamkanlah dirimu sepenuhnya dalam kerahiman-Ku." Jadi, dua kali dikatakan "Benamkanlah dirimu", tetapi sekali disebut "dalam Sengsara-Ku", dan sekali - "dalam Kerahiman-Ku".

Sengsara Yesus memang tidak sama dengan Kerahiman-Nya.
Namun, tanpa adanya sengsara itu, manusia barangkali tak pernah akan memahami Kerahiman Tuhan secara mendalam. Maka, boleh dikatakan begini: jika seseorang sungguh ingin memahami Kerahiman Tuhan, ia harus "membenamkan diri dalam sengsara-Nya". Di situ ia akan menyadari betapa dahsyatnya kerahiman Tuhan.

Inilah sebabnya dalam Koronka muncul kata-kata ini: "(Bapa), demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia!" Siapa saja sering menatap Yesus yang disengsarakan, akan lebih cepat memahami Kerahiman-Nya, lalu akan membenamkan diri di dalamnya.

By SL




Leave a Reply.