Tabah Helmi NonakaDecember 30, 2009
Lalu Yesus lanjutkan, sabda-Nya, "Sebab pada saat ini (pkl 3 sore), kerahiman-Ku terbuka lebar bagi setiap jiwa. Pada jam ini, engkau dapat memperoleh segala sesuatu bagi dirimu sendiri dan bagi org2 lain yg engkau doakan; inilah saat rahmat bagi seluruh dunia - saat kerahiman yang mengalahkan keadilan. (bacalah BHSF 1572)

"Kerahiman-Ku terbuka lebar bagi setiap jiwa" - sabda Yesus sehubungan dengan Jam Kerahiman. "Setiap jiwa" harap dipahami tepat. Artinya: setiap manusia, tanpa ada seorang pun yang dikecualikan. Yesus ada bagi setiap orang, entah orang itu mengasihi atau membenci-Nya. Kalau hal ini sungguh diyakini, maka Jam Kerahiman akan dijadikan suatu momen doa yang istimewa.

"Engkau dapat memperoleh segala sesuatu bagi dirimu sendiri dan bagi orang2 lain yang engkau doakan", kata Yesus. Dalam kitab Injil pun tidak ada rumus yang demikian menyukacitakan. Antara lain, karena Yesus tak mungkin berbicara begini sebelum Ia mengalami Sengsara-Nya di salib. Ia membuka rahasia-Nya sekian abad sesudahnya kepada seorang suster yang tak terpelajar. Inilah "buah" kerahiman-Nya yang menakjubkan!

Mereka yang sudah berpengalaman dalam hidup rohani menganjurkan agar setiap orang rajin berdoa bukan pertama-tama untuk dirinya sendiri melainkan untuk orang lain. Mengapa? Sebab begitu banyak orang tak pernah berdoa dan setelah meninggal mungkin tidak pernah didoakan juga. Berdoa untuk orang lain sama dengan mengasihinya. Dan kasih tak pernah sia-sia. Kasih itu akan berbuah dalam kelimpahan rahmat Tuhan bagi si pendoa.

by SL




Leave a Reply.