Stefan Leks :
[10] JAM KERAHIMAN. St, Faustina menerima banyak wahyu dari Tuhan. Tetapi, dua kali wahyu diterimanya pd hari Jumat Agung: thn 1935 dan 1936. Kedua wahyu itu diceritakan dlm Buku Harian no 414 dan 648. Pd waktu itu Yesus belum bicara kpd Faustina tentang Jam Kerahiman. Namun, Ia menampakkan diri sebagai Yang Tersalib dan s...angat menderita. Berdasarkan ini para ahli devosi ini menyimpulkan bhw Jam Kerahiman sebaiknya diadakan di hadapan Gambar Tuhan Yang Maharahim.

Kesimpulan itu diperkuat lagi oleh kenyataan bahwa kedua wahyu itu dialami oleh st. Faustina tepat pkl. 15.00.

Sejak masa awalnya Gereja menghormati saat wafat Yesus. Biasanya pada hari Jumat, dan secara sangat istimewa pada Jumat Agung. Jadi, tradisi untuk menghormati saat kematian Yesus sangat kuat dan kuno.

Namun, baru setelah st. Faustina menerima wahyu tentang Jam Kerahiman, kebiasaan yang lama itu "ditingkatkan statusnya" dan diadakan setiap hari oleh para devosan Kerahiman Ilahi. Alasannya, bukan hanya karena Yesus memintanya, melainkan juga karena pada saat itu tercurahlah lautan rahmat. Dan..., siapakah dari manusia tidak memerlukan rahmat Tuhan?.

Nama "Jam Kerahiman" ditetapkan oleh Yesus sendiri, kata-Nya, "Inilah Jam Kerahiman yang besar bagi seluruh dunia" (BH 1320).



Leave a Reply.