Tabah Helmi NonakaJanuary 2
[8] Lanjutan sabda Yesus bulan Februari 1938: "Dan kalau utk masuk ke kapel pun tidak mungkin, di mana pun kebetulan engkau berada, benamkanlah dirimu dalam doa, biarpun hanya sebentar." (BH SF 1572)

Stefan Leks:
Pesan Yesus ini masih berhubungan dengan Jam Kerahiman. Jika seseorang tidak sempat mengadakan Jalan Salib ataupun mampir ke kapel untuk menghormati Sakramen Mahakudus, hendaknya ia "membenamkan dirinya dalam doa, biarpun hanya sebentar." Maksudnya: hendaknya ia seolah-olah "hanyut" dalam doa biarpun sejenak saja.

Misalnya, Anda sedang berada di mikrolet, atau di toko, atau di dapur, atau di mana saja, dan Anda sadar inilah saatnya untuk mengadakan Jam Kerahiman, maka hendaknya Anda berkonsentrasi sebentar lalu berdoa sehangat-hangatnya bagaikan seorang anak kepada Yesus.

Berdoa apa? Apa saja! Misalnya: Yesus yang Maharahim! (diulang beberapa kali). Atau: Yesus, ampunilah dosa umat manusia! Atau: Yesus, Engkau andalan kami. Doa ini mungkin saja akan lebih bermutu daripada doa yang panjang tetapi diucapkan asal-asalan.




Leave a Reply.